Leadershift Coffe: Grit

Sesi kali ini Leadershift Coffe dipresentasikan oleh Ust Muslim. Beliau adalah Kepala Humas NFBS Bogor.

Presentasi beliau diawali dengan hal apa sebenarnya yang menunjang kesuksesan. Harvard Dictionary mendefinisikan Grit sebagai keberanian dan kekuatan pikiran yang mampu membuat seseorang untuk lanjut melakukan sesuatu yang sulit atau tidak menyenangkan untuk mencapai tujuan.

Grit penting, karena menurut Angela Duckworth talenta saja tidak cukup untuk membawa orang menuju performance yang baik. Dia meyakini bahwa IQ (intelligence quotient) bukan satu-satunya
kunci kesuksesan, bukan pula bakat, namun grit (kegigihan) jauh lebih memiliki peran penting dalam memprediksi kesuksesan jangka panjang seseorang.

Ilustrasi Iceberg Illusion

Selain itu, ust Muslim mengingatkan kita tentang pentingnya Iceberg Illusion, dimana dalam ilustrasi itu, diperlihatkan bahwa orang hanya melihat kesuksesan, kekayaan, gelar, atau jabatan yang tinggi. Padahal di balik semua itu ada kegigihan, kerja keras, pengorbanan, dan kekecewaan.

Grit bagi saya pribadi mengingatkan saya tentang pentingnya kita memiliki beberapa soft competencies. Diantaranya adalah:

Flexibility (F)

Dengan adanya flexibility, maka membuat kita memiliki mindset yang fleksibel. Meskipun kita tidak menyukai sebuah situasi tersebut, namun mindset yang saya coba tanamkan bagi diri saya adalah Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk diri kita. Sehingga kitalah yang perlu memiliki mindset fleksibel. DImana kita bisa membuat perubahan dimulai dari diri kita, dimanapun kita ditempatkan, maka kita harus melihat betapa strategisnya posisi tersebut, apa kebaikan ketika saya berada di posisi tersebut. Apa yang saya bisa buat sehingga dampak perubahan organisasi bisa menjadi lebih besar? Bagi saya untuk menguatkan saya disaat saya terjatuh, maka saya akan ingat kembali tentang apa yang sesungguhnya Allah inginkan kepada diri saya.

Achievement Orientation (AO)

AO didefinisikan sebagai derajat kepedulian seseorang terhadap pekerjaannya sehingga ia terdorong berusaha bekerja dengan lebih baik atau diatas standar. Refleksi dari saya, ketika kita terjatuh karena sebuah situasi, maka kita bisa menciptakan kembali di benak kita, apa yang menantang di tugas yang akan kita hadapi, bukan mengimaginasikan bayangan-bayangan negatif, sehingga membuat kita semakin terpuruk.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *