Sebagai orang dewasa, kita bukan belajar dari pengalaman, namun dari refleksi apa yang kita lakukan. (John Dewey).
Refleksi sebagai proses belajar untuk orang dewasa
Refleksi merupakan sebuah proses penting untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan diri, serta untuk memperbaiki tindakan dan pengalaman di masa depan. Dengan merenungkan pengalaman dan tindakan yang telah dilakukan, seseorang dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya sendiri, meningkatkan keterampilan, dan mengatasi masalah yang dihadapi.
Journalling sebagai bentuk refleksi
Journalling adalah kegiatan menulis atau mencatat pikiran, perasaan, pengalaman, atau refleksi harian secara teratur dalam sebuah buku catatan atau jurnal. Journalling dapat dilakukan dalam berbagai cara, mulai dari menulis di buku catatan tradisional, mencatat di aplikasi atau perangkat elektronik, hingga merekam suara atau video untuk dijadikan jurnal. Terlepas dari bentuknya, journalling dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mengeksplorasi dan memahami pikiran dan perasaan kita, serta memperbaiki kesejahteraan mental dan emosional kita.
Journalling: Metode Refleksi tanpa menulis
Dalam melakukan refleksi, terkadang kita sulit mengajak guru untuk menuangkan refleksinya dalam bentuk tulisan atau menyampaikan secara lisan. Dalam konteks journaling saat ini, kita akan membuat journalling dengan mengekspresikan diri melalui corat-coretan, simbol, sticker, gambar maupun lukisan abstrak.
Langkah:
- Siapkan peralatan dan bahan-bahan
Siapkan kertas gambar/ kertas ukuran F4/A4, stiker inspiratif atau stiker motivasi, sticky notes, crayon, spidol, cat air dan kuas. Semakin variatif bahan yang disiapkan guru akan lebih mudah mengekspresikan dirinya melalui journalling. Bahan akan digunakan bersama, tidak perlu 1 peserta mendapatkan 1 pak bahan. Tiap guru bisa disiapkan sekumpulan kertas kosong atau 1 buku tulis kosong.
- Siapkan slide presentasi/bahan tayang dan musik yang related
Fasilitator bisa menyusun bahan tayang untuk refleksi yang berisi dimulai dari kita butuh mindfull (sadar) terkait aktivitas yang kita lakukan. Kita perlu berhenti sejenak dari aktivitas kita dan melihat kembali apa yang kita lakukan. Cari musik yang menenangkan dengan beberapa kata kunci seperti : mindfullness music, inspirational music instrumental, dsb.
- Kondisikan peserta
Kondisikan guru untuk berada pada suatu ruang yang cukup longgar untuk berekspresi, seperti menulis, menggambar, menempel stiker, dsb.
- Aktivitas Utama Journalling
a. Fasilitator menjelaskan terkait apa yang akan dilaksanakan pada hari tersebut;
b. Minta apa yang dirasakan atau juga bisa ajak mengekspresikan diri terkait rasa syukur/prestasi yang didapatkan 1 semester ini;
c. Ekspresikan dalam bentuk corat-coret gambar, menempelkan sticker, ataupun menghias kertas yang diberikan dengan berbagai media yang disiapkan selama sekitar 30 menit disertai background musik;
d. Ajak guru bercerita
e. Berikan jeda peserta untuk mengekspresikan dirinya sambil disertai background musik.
f. Setelah durasi berjalan sekitar 20-30 menit, ajak kembali menuliskan apa yang akan dilakukan ke depannya atau tindakan kecil apa yang akan dilakukan selanjutnya.
g. Berikan waktu mereka untuk mengekspresikan diri kembali.
h. Setelah selesai ajak mereka menyampaikan kesan atau menuliskan kesannya menggunakan sticky note.

Refleksi Hasil dan Dampak
- Hikmahnya, journaling jadi fasilitas untuk merenung, mengingat hal-hal yang sudah terjadi, kemudian menyusun harapan-harapan buat kedepannya dengan pertimbangan berdasarkan pengalaman yang lalu-lalu.
- Kadang beberapa hal terlupakan kalau tidak terdokumentasikan dengan baik, salah satunya lewat tulisan. Sesi ini jadi salah satu pengingat bahwa melakukan refleksi, mengapresiasi sesuatu, merencanakan sesuatu, dan kebanyakan hal lain pun sebaiknya dituliskan agar lebih bersyukur atas hal-hal yang sudah terlewati dan lebih terarah dalam merencanakan hal-hal yang ingin dilakukan dan dicapai.
TIPS
Enjoy dan Ciptakan Ruang Aman dan Nyaman
Kita perlu enjoy di dalam membawakan sesi Journalling. Jadikan kesempatan ini untuk melayani guru dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk release emosi yang dirasakan. Ciptakan ruang aman dan nyaman bagi guru untuk bereksplorasi, tidak perlu memaksa guru untuk berbicara menyampaikan apa yang dirasakan jika tidak ada voulenteer.
Budaya Refleksi
Journalling bisa menjadi salah satu alternatif model untuk membangun budaya refleksi di sekolah.
Sesuaikan dengan tema
Satuan pendidikan bisa melaksanakan ini dengan berbagai tema dan waktu yang bervariatif. Tema bisa berupa kegiatan, atau pembelajaran atau kehidupan pribadi. Waktu bisa dalam jangka waktu 1 bulan, 1 semester atau 1 tahun.
