Leadershift Coffe: Mindful Leader Development melalui Journalling dan Tadabbur Quran

Rabu, 27 Februari 2024 menjadi salah satu momentum saya untuk memfasilitasi sesi sharing diantara Leaders di NF Group. Topik yang saya angkat adalah Mindfull Leader Development melalui Journalling dan Tadabur Quran.

Definisi dan Manfaat Mindfulness bagi seorang leaders

Banyak definisi yang menjelaskan tentang mindfulness, diantara definisi bebasnya mindfulness, atau kesadaran penuh, adalah praktik kesadaran akan pengalaman saat ini dengan sikap yang terbuka, penerimaan, dan tanpa penghakiman.

Mindfulness sangat penting bagi seorang leaders, diantara beberapa riset terkait keterkaitan antara mindfulness dengan leadership adalah:

  1. Mindfulness dirasakan oleh praktisi diyakini memengaruhi secara signifikan pengembangan perilaku dan perubahan kesadaran yang mereka kaitkan dengan peningkatan efektivitas kepemimpinan. Deconstructing the relationship between mindfulness and leader effectiveness (Lippincott, 2018)
  2. Studi ini meneliti apakah dan bagaimana pelatihan dan praktik mindfulness dapat memengaruhi indikator dari tiga kapasitas yang diidentifikasi sebagai hal kritis untuk memimpin di abad ke-21: ketahanan, memimpin dalam konteks yang kompleks, dan kolaborasi. Developing leaders through mindfulness practice (Reitz et al., 2020)
  3. Mindfulness memengaruhi efektivitas kepemimpinan melalui dampaknya pada karakteristik dan perilaku pemimpin yang memungkinkan hubungan berbasis kepercayaan antara leaders dan anggota team. Mindfulness, Trust, and Leader Effectiveness: A Conceptual Framework (Stedham & Skaar, 2019)

Mindfulness, Trust, and Leader Effectiveness: A Conceptual Framework (Stedham & Skaar, 2019)

Kita bisa melihat bahwa dengan adanya mekanisme mindfulness akan membuat leaders memiliki perhatian terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

Dalam konteks mindfulness, “reperceiving” merujuk pada kemampuan untuk melihat pengalaman internal dan eksternal dari perspektif baru, biasanya sebagai pengamat yang tidak terlibat secara langsung. Ini merupakan aspek kunci dari mindfulness yang memungkinkan individu untuk mengamati pikiran, perasaan, dan sensasi tanpa merespons secara otomatis atau dengan penilaian.

Reperceiving membantu dalam mengembangkan kesadaran diri yang lebih dalam dan memungkinkan seseorang untuk mengenali bahwa pikiran dan perasaan adalah fenomena yang berlalu, bukan fakta atau realitas absolut. Dengan melatih reperceiving, individu dapat belajar untuk tidak teridentifikasi sepenuhnya dengan isi kesadaran mereka, sehingga mengurangi dampak negatif dari pikiran dan emosi yang sulit.

Dalam praktik mindfulness, reperceiving memberi ruang untuk respons yang lebih sadar dan dipertimbangkan terhadap situasi, bukan reaksi yang bersifat otomatis atau berbasis kebiasaan. Ini dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan membantu dalam mengelola stres, kecemasan, dan kondisi emosional negatif lainnya.

Dengan adanya kebiasaan yang terjadi pada leaders yang memiliki mekanisme mindfulnes, maka leaders akan memiliki kebiasaan dan karakter positif, yang akan memunculkan trust bagi teamnya dan akhirnya akan menghasilkan kepemimpinan yang efektif.

Berlatih Mindfulness melalui Journaling dan Tadabur Quran

Dalam sesi ini, saya mengajak rekan-rekan leaders mengeksplorasi dirinya melalui 3 step journaling setelah sebelumnya dipandu dengan sesi PAUSE.

Pertanyaan inti yang diberikan adalah:

  1. Apa yang disyukuri atas perjalanan diri saya di NF? atau perjalanan kepemimpinan saya di NF?
  2. Apa mimpi/harapan ust/h selaku leaders? terkait diri sendiri/team/lembaga
  3. Apa yang dirasakan setelah membaca ayat tersebut? Situasi apa yang relevan?

Antara jeda tiap pertanyaan, peserta dapat mengeksplorasi diri dengan tools yang disediakan, yaitu kertas HVS, sticker, spidol, crayon, cat air, dan berbagai media lainnya. Sedangkan sebelum peserta diberikan pertanyaan ke 3, peserta diminta memilih kartu tadabur quran, yang merupakan surat cinta dari Allah, baik dengan kartu terbuka maupun kartu tertutup.

Kartu Tadabur Quran

Untuk membantu sesi tadabur, saya menggunakan Kartu Tadabur Quran, yang didevelop bersama rekan-rekan Moslem Coach Community. Kartu ini terdiri dari ayat-ayat pilihan.

Sebelum sesi berakhir peserta menuliskan insight melalui padlet dan juga salah satu peserta, yaitu usth Nova Setyarina menyampaikan secara lisan terkait jawaban atas pertanyaan-pertanyaan reflektif yang diberikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *